Bani Israil yang keterlaluan

Telah dilaknat orang – orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa Putra Maryam yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (79) Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka buat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka buat itu. (QS.Al-Maaidah : 78 – 79).
Kata Israil ini awalnya dinisbahkan kepada Nadi Yaqub Alaihissalam yang diberi gelar oleh Allah SWT dengan sebutan Israil yang artinya “Ruhullah” atau ruh Allah. (Muh. Ali Ash-Shabuniy, Nabi dan Kenabian, hal. 435). Sebutan Israil untuk Nabi Yaqub ini tertera dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 93 : “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katankanlah: ” (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah Dia jika kamu orang – orang yang benar”. Sesudah Taurat diturunkan, ada beberapa makanan yang diharamkan bagi mereka sebagai hukuman. Lihat selanjutnya surat An Nisa’ ayat 60 (“Maka disebabkan kezaliman orang – orang yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik – baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah”) dan surat AL An’aam ayat 146 (“Dan kepada orang – orang Yahudi, kami haramkan segala binatang yang berkuku [517] dan dari sapid an domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang diperut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah kami hokum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar).
Yang dimaksud dengan binatang berkuku di sini adalah binatang – binatang yang jari – jarinya tidak terpisah antara satu dengan yang lainnya, seperti: unta, itik, angsa dan lain – lain. Sebagian ahli tafsir mengartikan dengan hewan yang berkuku satu seperti kuda, keledai dan lain – lain.
Nabi Yaqub bis Ishaq bin Ibrahim hidup dibesarkan di bumi Kananiyyah atau Kanaan (Palestina). Beliau beristri 2 orang kakak adik yaitu Laiah dan Laya dan Rahil. Laiah mempunyai Sahaya yang bernama Zulfa dan Rahil memiliki sahaya yang bernama Balha, maka jadilah ada 4 oarang wanita di sisi Nabi Yaqub, Laiah melahirkan 6 orang anak (Rubail, atau Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, atau Yahuda, Isakhar, Zebulon). Rahil melahirkan 2 anak (Yusuf alaihissalam dan Benyamin). Zulfa sahaya laiah melahirkan Gas dan Asyiir. Sedangkan Balha sayaha Rahil melahirkan Daan dan Naftali, sehingga keturunan Nabi Yaqub ada 12 orang laki – laki. Diantara 12 keturunannya, Yusuf yang paling disayang karena ketampanannya (Ibunya si Rahil juga lebih cantik daripada Laiah) dan setelah terpisah dengan Yusuf, Nabi Yaqub berkumpul kembali dengan Yusuf di Mesir selama 17 tahun dan berwasiat kepadanya agar kalau kelak sudah wafat di makam di sebelah ayahnya (Nabi Ishaq) di bukit Makfilah di Kota Hebron (Al Khalil) Palestina. Oleh karenanya keturunan Nabi Yaqub juga diberi sebutan Bani (Bani Jama’ dari ibn/putra laki – laki) Israil. Dalam Al Quran kata Israil diulang sebanyak 43 kali dalam 41 ayat, sebagian besar ayat – ayat tersebut menyebutkan tentang keburukan sifat sebagian besar bangsa ini.
Sejak jaman purba Bani Israil sering terlunta – lunta, terusir mengembara ke berbagai pelosok bumi, bahkan seringkali diperbudak bangsa lain, misalnya di Mesir mereka diperbudak oleh rezim Fir’aun/ Dinasti Ptelomaeus (320 – 203 SM), di Kanaan (Palestina) mereka diperbudak oleh bangsa Babylon (586 – 536 SM), Persia (536 – 333), Macedonia (333 – 320) di Siria oleh Dinasti Seleukida (203 – 142 SM) lalu berhasil merdeka mulai 142 – 63 SM. Dijajah lagi oleh bangsa Romawi 63 SM – 636 M. dan di bawah kekuasaan khalifah Islam mulai abad 636 pertengahan abad 20.
Kata Yahudi diambil dari Yehuda putra ke-4 Nabi Yaqub dari istri Laiah, sebutan bangsa Yahudi artinya dibangsakan kepada Yehuda bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim. Dalam Al Quran kata Yahudi diulang 9 kali dalam 8 Ayat dan tak ada gambaran kebaikan kepada kaum ini, bahkan yang memusuhi paling keras terhadap umat Islam adalah mereka. Allah berfirman dalam Al Maidah ayat 82 : “Sesungguhnya kamu dapati orang – orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang – orang yang beriman ialah orang – orang yahudi dan orang – orang musyrik. Juga dalam Al Baqarah ayat 120 : “Orang – orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senag kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Dengan melihat sejarahnya, maka bangsa Yahudi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Bani Israil. Oleh karenanya tidak salah kalau Yahudi ini didentikan dengan Bani Israil, karena faktanya sebagian besar kaum Bani Israil ini memeluk agama Yahudi (Yudaisme) dengan kitab suci mereka Taurat, Nabiin (Nabi – Nabi) dan Ketubiin (Kitab – Kitab). Sedangkan Talmud menjadi kitab fiqih mereka. (Ensiklopedia Islam untuk Pelajar Jilid 3).
Negara Zionis Israel
Negara Israel sekarang adalah hasil pergerakan yang massif dan ulta intensif dari gerakan Zionisme. Istilah Zionisme pertama kali dikenalkan oleh Matthias Acher (1864 – 1937), perintis kebudayaan Yahudi. Tetapi yang dikenang orang Yahudi sebagai bapak Zionisme adalah Theodor Herzi (1860 – 1904). Theodor Herzi, lahir 2 Mei 1860 di Budapest Hungaria dan meninggal 3 Juli 1904, di Edlach Austria 44 tahun sebelum Negara Israel yang dicita – citakan berdiri. Ketika Negara Israel berdiri, kerangkanya dipindahkan ke Israel dan dimakamkan di bukit Herzi Yerusalem pada tahun 1949. Theodor Herzi mengadakan kongres Zeonisme I tanggal 29 – 31 Agustus 1897 di Basel Swiss dan melahirkan Program Basel yaitu: mempromosikan kolonisasi pekerja Yahudi di Palestina, mengorganisasikan dan menyatukan orang Yahudi sedunia lewat lembaga lokal maupun internasional , memperkuat sentiment nasionalisme Yahudi dan mempersiapkan langkah menuju terwujudnya Negara Yahudi (Ensiplopedia Islam untuk Pelajar Jilid 3). Semua program basel ini telah sukses dengan diploklamirkannya Negara Israel di bumi Palestina 14 Mei 1948 dengan luas wilayah 7.992 mil2 atau 20.700 KM2 termasuk Yerusalem Timur dan wilayah lain hasil okupasi perang 6 hari Arab versus Israel pada tahun 1967.
Bagi gerakan zionisme, mendirikan kembali kerajaan Israel adalah tugas suci setiap individu bangsa Yahudi. Oleh karenanya Negara Israel ini sekarang ini selalu dan senantiasa mendapatkan dukungan dari semua Negara di Dunia yang pemerintahannya di kendalikan oleh politisi Yahudi. Adian Husaini dalam bukunya Israel sang Teroris Yang Pragmatis? Mengutip pendapat Paul Findly, ada 3 hal yang mendorong Israel merampok tanah Palestina yaitu: (1) Klaim Teologis (motivasi Aqidah) dan histories atas Palestina (sebagai The Promised Lendl Tanah Yang dijanjikan) (2) Deklarasi Belfour tahun 1917 dan (3) Pembagian wilayah Palestina oleh PBB tahun 1947. (Republika, Ahad, 11 Januari 2009). Maka di sisi Israel dan penduduknya, merebut tanah Palestina adalah wajib hukumnya (Ada dorongan iman agama yahudi/yudaisme) sehingga mereka tidak segan – segan dan tidak ada rasa berdosa sedikitpun ketika mereka harus membantai secara biadab bangsa Palestina tanpa perlawanan yang berarti. Sementara itu propaganda Yahudi Internasional mengatakan bahwa konflik Israel – Palestina adalah konflik kebangsaan belaka, sehingga masalah ini bisa direduksi sedemikian rupa sehingga konflik Israel – Palestina tidak akan menjadi konflik Arab – Israel apalagi konflik Islam – Israel. Sebagian pemimpin Dunia termasuk dunia Islam setuju dengan anggapan ini. Inilah susahnya, Zionis Israel bergerak karena dorongan oleh keyakinan teologis disamping nasionalisme yang chauvinis, sementara ketika umat Islam sejagad ingin bersatu untuk melawannya, semangatnya dikendurkan bahkan oleh pemimpin dan pemikir Islam itu sendiri yang mengatakan bahwa konflik di Palestina itu adalah perseteruan antara bangsa Palestina melawan Israel, sehingga umat Islam dilarang membantu Palestina kalau dorongan teologis, tetapi kalau alasannya karena empati kemanusiaan, silahkan saja. Dari sisi motivasi saja sudah tidak imbang antara Palestina dan Israel apalagi pada sisi persenjataan, maka sampai kapanpun yang untung tetap saja Israel, Palestina dan Umat Islam merugi. Rugi umat besar bagi umat Islam jika Israel menguasai Palestina, karena di Yerusalem ada Mesjid Al Aqsa/Baitul Maqdis, tempat Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan kiblat pertama umat Islam ketika shalat sebelum Allah memerintahkan untuk menghadap ke arah Masjidil Haram ketika shalat.
Allah berfirman dalam Al Baqarah ayat 142: ”Orang – orang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan umat Islam dari kiblatnya (Baitul Maqdis/Masjidil Aqsa) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia member petunjuk kepada siapa yang dikendaki-Nya ke jalan yang lurus”. Di waktu Nabi Muhammad SAW berada di Mekah di tengah – tengah kamu musyrikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis, tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah di tengah – tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau diperintah oleh Allah untuk mengambil Ka’bah menjadi Kiblat, terutama sekali untuk memberikan pengertian bahwa dalam ibadah shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka’bah itu menjadi tujuan, menghadapkan diri kepada Allah, untuk persatuan umat Islam, maka dalam Al Baqarah ayat 144 Allah menjadikan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam dalam shalat.
Begitulah liciknya politik zionis internasional berhasil membius seluruh pemimpin di dunia ini, sehingga hampir tak ada kekhwatiran teologis yang mendasari kutukan terhadap agresi Israel, kecuali karena alasan kemanusiaan.
Laknat Allah bagi zionis Israel
Dalam surat Al Maidah ayat 78 – 79, orang – orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisah Nabi Daud dan Nabi Isa bin Maryam alaihissalam karena ternyata sifat Bani Israel yang suka berbuat maksiyat, suka melampaui batas (eksesiv) dan melakukan pembiaran terhadap kemungkaran yang terjadi di antara mereka masih terus terjadi dari jaman purbakala sampai sekarang. Terbukti sekarang, tak ada sesuatu kekuatan di dunia ini termasuk PBB yang bisa mengendalikan keliaran nafsu serakah Negara zionis Israel untuk menjajah Palestina dan lekakukan holocaust (pembasmian) terhadap bangsa palestina. Maka ketika ada pendapat yang mendistorsi kelakuan Israel sekarang dengan surat Ali Imran ayat 113 – 115 tentu saja sangat tidak tepat atau sembarangan. Ayat tersebut benar adanya, hanya salah besar kalau ada orang yang hendak menghadapkan ayat ini pada Zionis Israel sekarang. Karena kita belum pernah melihat dan mendengar demonstrasi oleh bangsa Yahudi di dunia yang menentang agresi militer oleh Israel di Gaza, bahkan sejak awal serangan kanselir Jerman menyetujuinya, kalaupun ada demo Yahudi tentang agresi Israel adalah demo untuk mendukung bukan menolak, apalagi mengutuk. Bahkan ketika Negara Amerika telah memiliki presiden terpilih yang baru, Barak Husein Obama, tetap saja sifat angkara murka Israel tidak mereda bahkan semakin brutal biadap. Sekolah yang dikelola PBB, kantor urusan pengungsi di bawah PBB (UNHCR) juga tak luput dari tembakan peluru tank Israel dan Obama hanya menyesal, bukan mengutuk. Bagaimana akan mengutuk Israel kalau karena dukungan Amerika dan pasokan dana dan arsenal militernya semua dari Amerika sehingga akhirnya Israel punya kemampuan agresi seperti sekarang? Bagaimana Amerika dan para sekutunya akan mengukut aksi terkutuk Israel, kalau semua keputusan politik Amerika yang menyangkut Israel selalu di bawah kendali AIPAC, yaitu organisasi lobi Yahudi Amerika yang sangat berpengaruh terhadap siapapun yang menjadi presiden di Amerika? Sejarah berdirinya Negara Israel pun tak luput dari peran aktif Amerika dan PBB. Maka sekali lagi sungguh naïf apabila masih ada dari kalangan ummat dan pemikir serta pemimpin Islam yang membela Israel sambil menyalahkan reaksi ummat Islam sedunia.
1 komentar:

memang tindakan Israil tu busuk ... wujud dari syaitan.. Astagfirrullah... Allah Maha Pengampun bagi umat yang ingin bertaubat...


Post a Comment

About

My photo
Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Followers


Recents Post

Recents Comments