TABARRUJ

Wednesday, July 21, 2010

Ibnu Mandzur berkata:

“Al Baraj adalah menjauhkan bagian diantara dua pundak dan menjauhkan seluruh bagian tubuh yang nampak yang tinggi. Apabila seseorang melakukan hal ini, maka ia sungguh telah melakukan Tabarruj. Dikatakan bahwa kata al baraj digunakan untuk binatang-binatang kerena penampakan, kejelasan dan tingginya.”[Lisan Al Arab (359/1) Taj Al Arus (7.2)]

Al Fairuz Abadi berkata:

“Al Burju adalah gerakan dimana bagian sekitar mata yang putih diberi celak dengan warna hitam semuanya dan wanita yang cantik yang memiliki wajah yang elok atau cahaya yang jelas yang sudah dikenal” [Al Qamus Al Muhith (283/1)]

Dari sini jelas bahwa arti dari Tabarrujul mar’ah, yaitu seorang wanita menampakkan keelokannya, mempertontonkan dan menampakkannya kepada kaum lelaki.

Abu Ishaq az Zajjaz berkata: “At Tabarrujj adalah mempertontonkan perhiasan dan hal-hal yang mengundang nafsu seorang laki-laki.”[Zad Al Masir (205/6) & Lisan Al Arab (1/359)]

Al Mubarrid berkata: “Seorang wanita menampakkan keelokan tubuhnya yang seharusnya ia tutupi.”[Lisan Al Arab (1/359)]

Ibnu Manzur berkata: “At Tabarruj berarti mempertontonkan hiasan kepada orang lain. Ini adalah perbuatan tercela. Adapun mempertontonkannya pada suami, maka ia tidak dilarang.”

  • Diantara perbuatan Tabarruj, seorang wanita berjalan dengan laki-laki, memecahkan pandangan orang lain dan berjalan dengan genit. [Ruh Al Ma’ani karya Al Alusi (11/189)]
  • Diantaranya juga, seorang wanita meletakkan kerudungnya di atas kepalanya tanpa mengikatnya lalu nampak kalung, anting-anting dan lehernya.
  • Seorang wanita meletakkan sandal lalu memukul-mukulnya dengan kakinya.
  • Diantaranya juga seorang wanita mempertontonkan kedua betisnya.
  • Diantaranya mempertontonkan kedua betisnya dan ditambah sehingga memperjelas dengan menggunakan pakaian di atas mata kaki.
  • Diantaranya mengenakan pakaian yang ketat yang memperlihatkan seluruh lekukan-lekukan tubuh atau sebagainya.
  • mempertontonkan kedua lengannya
  • Diantarnya mempertontonkan bagian dadanya.
  • Diantaranya juga mengenakan pakaian mewah yang dapat menarik perhatian orang lain. Ini semua dan hal-hal sejenisnya lainnya masuk dalam kerangka Tabarruj.
Read On 1 komentar

UCAPAN TERIMA KASIHKU

Tuesday, August 18, 2009
Penulisan Skiripsi/Proyek Akhir ini dapat terwujud tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan doa serta dukungan dari berbagai pihak. Dengan segala kerendahan hati, keikhlasan dan ketulusan, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada:
  1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atas kehendak dan rahmat-Mu, penulis bisa menyelesaikan Proyek Akhir ini.
  2. Nabi Muhhamad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam, tauladan dan panutan umat dalam beramal dan beribadah.
  3. Ayah dan ibu, Orang tua penulis yang senantiasa mendoakan dan mendukung penulis dalam belajar dan berkarya. Luar biasa pengorbanan mereka ketika penulis masih kecil sampai saat ini.
  4. Keluarga dan saudara penulis, khususnya buat Bi Srini sekeluarga di Sidoarjo, Kak Bahtiar yang sudah meminjamkan Webcam untuk proyek akhir ini, Adik Rian dan Rizki yang selalu dan tak pernah putus memberikan semangat, do’a, serta kasih sayang kepada penulis.
  5. Ukhti ******* ******* (*sensored), tetangga penulis yang telah memberi semangat dan do’a, semoga 30 juznya sudah hafal dan faham serta tetap istiqomah.
  6. Bapak Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMOLEC, yang dulunya Direktur Dikmenjur atas program beasiswa D4 ini.
  7. Kepala Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – ITS.
  8. Kepala P4TK/VEDC Malang atas kepedulian dan dukungan terhadap program pendidikan ini.
  9. Ibu Nana Ramadijanti,S.Kom., M.Kom., selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan ide-ide kreatif dan pengarahan yang memotivasi penulis dalam menyelesaikan proyek akhir ini.
  10. Ibu Nanik Sri Rahayu, S.T., M.T, selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membantu dan memberikan pengarahan yang memotivasi penulis dalam menyelesaikan proyek akhir ini. Mohon maaf penulis jarang bimbingan dengan Ibu.
  11. Bapak Setyawardana, S.Kom. dan Bapak Nur Rosyid, S.Kom., yang sangat membantu dalam menjelaskan metode (JST Backpropagation)PA.
  12. Ibu Arna Fariza, S.Kom. M.Kom. sebagai penguji 1 dan Kepala Jurusan Teknik Informatika PENS-ITS Surabaya, Bapak Idris Winarno, M.Kom sebagai penguji 2 dan Bapak Abdul Munif, S.Pd. SST sebagai penguji 3.
  13. Bapak dan Ibu tim pengajar (Dosen dan Asisten Dosen) jurusan Teknologi Informasi PENS-ITS yang telah banyak memberikan bekal ilmu dan pengalamannya selama studi ini. Semoga bermanfaat dan barokah.
  14. Dosen dan Staf P4TK/VEDC Malang.
  15. Teman-teman TI angkatan V khususnya keluarga besar TI54 atas interaksinya selama studi. Khususnya lagi bagi Surur sebagai pembimbing PA penulis, Didik yang siap mengantar penulis kemanapun dengan sepeda motornya, Mas Anis yang menemani penulis saat ke Mesjid dan Pengajian di As-Salam, Romli sebagai teman sekamar dan seperjuangan saat kita krisis finansial dan saat khilaf, Dere yang telah membantu penulis saat krisis finansial, Prayitno (Penguji 1 PA saat di kos), Aziz (Penguji 2 saat di kos), Inggrid yang sudah bantu cetak timbul lembar pengujian dan pengesahan, Eka yang selalu meminjamkan ATMnya dan ukhti Soleha. Semoga kita tetap inget sampai kapanpun.
    Teman – teman warga TPQ Nurul Huda Dinoyo Malang semoga makin banyak santrinya, terima kasih atas tempatnya yang selalu penulis pakai saat pengerjaan proyek akhir ini dan maaf belum kenal semua.
  16. Teman-teman seperjuangan angkatan 2005 BA-Malang. Di tunggu reuninya.
    Keluarga besar SMK Negeri 2 Kolaka khusus Bapak Ishar, SP yang telah meminjamkan laptop untuk persentasi dan demo PA penulis, keluarga besar SMP Negeri 1 Tanggetada dan SD Negeri 1 Tanggeau.
  17. Pihak-pihak lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, yang telah banyak membantu penulis selama studi.

Semoga dengan ucapan terimakasih ini bisa mengobati kerinduan hati dan perekat silaturahmi diantara kita. Semoga kita juga selalu dalam ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Malang, 10 Agustus 2009

Penulis

Read On 0 komentar

GHOZUL FIKRI PERANG-PEMIKIRAN (Metode baru strategi memerangi umat Islam)

Tuesday, May 19, 2009

“… Mereka tidak henti-hentinya memerangi kemu sehingga mereka dapat memurtadkan kamu dari agama (kepada kekafiran) jika mereka mampu…” (QS. Al Baqarah: 217). “Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah rela kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka…” (QS. Al Baqarah: 120).

Muqadimmah:

Berakhirnya perang salib tidak berarti dendam kesumat barat cs (orang-orang kafir) terhadap umat islam selesai begitu juga. Dalam sejarah selama berabad-abad pasukan salib tidak pernah menang alias kalah telak dan bahkan takluk di bawah hegomoni khilafah islam, kebencian dan rasa permusuhan terus berlangsung (QS. 2: 120 dan QS. 2:217). Maka dengan sekuat tenaga, pikiran dan dana kaum kuffar melakukan berbagai cara untuk menghancurkan doktrin-doktrin islam, melemahkan ghiroh semangat di dalam dada kaum muslimin, akhirnya mereka melakukan penyerangan secara sistematis, terencana, dan terorganisasi yang disebut ghozul fikri (perang pemikiran). Hal ini terbukti dengan statemen perdana menteri Inggris Gleed Stone ”percuma memerangi umat islam, kita tidak akan mampu selama di dada pemuda islam masih ada Al Qur’an dan As Sunnah, tugas kita adalah mencabut Al Qur’an dan As Sunnah di hati mereka, baru kita menang dan menguasai mereka’. Menteri luar negeri Italia mengatakan “perang dingin diantara Barat dan Timur telah berakhir, tetapi timbul lagi pertarungan baru yaitu pertarungan antara Barat dan Islam. Bagi barat tidak ada lagi yang bisa mengalahkan peradaban mereka kecuali kebangkitan Isla (Showwah Islamiyah) dan gerakan kaum muslimin yang terdiri atas kaum fundamentalis yang tidak takut mati sekalipun tidak dipersenjatai peluru…”

Apa Ghozwul Fikri itu?

Ghozul Fikri berasal dari kata Ghozwu dan Fikri yang secara harfiah berarti perang pemikiran, sedangkan yang dimaksud adalah sebuah upaya yang dilakukan secara terencana, sistematis dan continue oleh musuh-musuh Allah untuk meracuni pikiran dan akhlak umat Islam terutama generasi muda agar jauh dari sumber ajaran Islam, sehingga akhirnya membenci Islam dan ujung-ujungnya menginginkan kehancuran umat Islam dan memadamkan cahaya Allah (At-Taubah:32).

Maksud dan tujuan program Ghozwul Fikri

  1. Tasywih yaitu sebuah gerakan yang berupaya menghilangkan rasa fanatisme kebangsaan kaum muslimin terhadap agama Islam (QS-3;18;85).
  2. Tasikik yaitu sebuah gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan aqidah terhadap kaum muslimin (QS.2;2-5).
  3. Tagheib yaitu gerakan yang berupaya untuk melakukan proses pembaratan pada dunia Islam.
  4. Tadwib yaitu sebuah gerakan yang berupaya untuk proses pelarutan budaya dan pemikiran serta gaya hidup.

Sarana Ghozwul Fikri:

  1. Menguasai dunia informasi/IPTEK
  2. Menguasai dunia pendidikan
  3. Menguasai dunia hiburan
  4. Menguasai dunia olah raga
  5. Menguasai dunia politik dan ekonomi, dst.

Strategi Ghozwul Fikri dalam menghancurkan Umat Islam:

  1. Menciptakan kondisi umat Islam rasa ketergantungan terhadap dunia barat, seperti penerimaan bantuan dana dari asing, sehingga para elit politik dan pejabat Negara didikte dan ditekan sehingga mengekor dan berakibat pada barat terutama Negara AS cs.
  2. Menciptakan rasa permusuhan dan saling curiga diantara umat Islam.
  3. Menciptakan peradaban dan pembasmian kekuatan Islam, khususnya gerakan-gerakan Islam yang merupakan oposisi terhadap hegonomi barat AS cs.

Propaganda Ghozwul Fikri yang menyesatkan di era globalisasi:

  1. Ashobiyah Baladiyah-Fanatisme Nasionalisme, yang termasuk ke dalam kategori ini adalah fanatisme kebangsaan, kedaerahan, kesukuan, mahzab, organisasi, partai tertentu, bahkan dalam kecil mereka mengajak kepada fanatisme tokoh/figure tertentu yang diyakininya memperjuangakan kebenaran, sehingga yang ada adalah tsiqoh, thoat, pasrah dan menjadi muqolit (orang-orang yang taklit), maka akibatnya fanatisme, kecintaan, dan ketaatan mutlak terhadap aqidah dan syariat Islam ditinggalkan (QS.Al Ahzab: 36).
  2. Sekularisme, kelompok ini sangat tegas menolak kehadiran agama (syariat Islam) untuk mengatur segala aspek kehidupan termasuk mengatur Negara, jika syariat Islam diterapkan maka yang terjadi adalah disintegrasi bangsa dan penzoliman serta merusak HAM, dst. Padahal sesungguhnya syariat Islam merupakan ajaran dari wahyu Allah SWT yang mampu mengatasi problematika kehidupan manusia, karena agama Islam itu adalah solusi itu sendiri.
  3. Liberalism, ide ini sebenarnya berasal dari ideoligi sekularisme, faham ini merupakan faham yang menghendaki agar manusia dibiarkan hidup bebas tidak terikat oleh aturan manusia manapun termasuk aturan Allah SWT.
  4. Sosialisme-komunisme, suatu faham yang meyakini bahwa materi merupakan asal usul semua kehidupan dan semuanya akan kembali menjadi materi, ide faham ini dipelopori oleh tokoh yahudi Jerman bernama Karl Mark. Ide ini sebenarnya berakar dari liberalism. Mereka memahami bahwa masyarakat merupakan kumpulan individu-individu yang memiliki adat istiadat yang berbeda-beda, pemikiran dan kebiasaan yang beragam dimana masing-masing berhak untuk hidup dan dilindungi oleh Negara. Tidak boleh siapapun memberanguskan-meniadakan sesuatu pemikiran/ide dan kebebasan suatu individu atau masyarakat. Ujung-ujungnya paham ini mengatakan bahwa semua agama sama, baik, dan benar dan masih banyak lagi propaganda ghozwul fikri, yaitu kapitalisme, HAM, Gender, humanism, demokrasi, emansipasi wanita, orientelisme, dst.

Persiapan untuk menghadapinya:

QS. Al Anfal 60: “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuasa yang dapat mengetarkan musuh Allah, musuhmu…”. Diantara persiapan itu adalah:

  1. Persiapan quatul aqidah-salimul aqidah (kekuatan-bersih aqidah). Umat Islam sendiri mungkin memahami tauhidullah baik tauhid robbiyah, tauhid uluhiyahm, tauhid asthma wa sifat dan tauhid mulkiyah dengan menjaga dan mengamalkan agama Islam secara kaffah utuh dan menjadikan Islam sebagai aturan manhaj, Islam sebagai pedoman hidup dan aturan yang dilakukan dalam kehidupan secara universal (QS:2:208).
  2. Persiapan Quatul Ukuwah Islamiyah (kekuatan Persaudaraan Islamiyah). Menyatukan dan mensinergikan semua potensi umat Islam menuju kebangkitan umat Islam dan khilafah Islamiyah menuju izzul Islam wal muslimin adalah sebuah kehasuran kalau kita ingin menang dan memimpin dunia (QS. Ali Imron:110 dan Ash Shof:4). Dengan melihat potensi umat Islam yang luar biasa yang memiliki dalam berbagai kekuatan gerakan dakwah dan gerakan politik diperlement, belum lagi kekuatan SDM dan SDA. Maka penyatuan langkah visi-misi dan program agenda bersama (amal jam’ah) harus disiapkan untuk menyongsong kemenangan karena masa depan milik Islam.
  3. Persiapan Quatul Ilmu (Kekuatan Ilmu). Umat Islam harus cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas spiritual, cerdas financial, dan cerdas social dan meningkatkan SDMnya melalui proses tarbiyah pendidikan baik formal maupun non-formal, sehingga ke depan umat Islam harus memiliki wawasan ilmu yang luas dan keterampilan hidup. Dengan demikian nanti akan menguasai dunia terutama penguasaan ilmu dan teknologi informasi (QS. Al Alaq:1-5, QS. Al Mujadalah:11) dan hadits Rasullullah SAW “Barang siapa yang ingin dunia maka hendaklah dengan ilmu, siapa yang ingin akhirat, maka hendaklah dengan ilmu, dan barang siapa ingin dunia akhirat, maka hendaklah dengan ilmu”.

Dengan demikian bahwa sesungguhnya umat Islam wajib meningkatkan wawasan ilmu dan semangat mencari ilmu karena menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim tanpa terkecuali, sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW “Wajib setiap orang Islam menuntut ilmu…”(HR. Ibnu Majah/220). Dengan penguasaan ilmu tersebut, maka umat Islam diharapkan menguasai semua aspek kehidupan terutama dunia Ilmu pengetahuan dan teknologi serta dunia informasi, Wallahu a’lam bishowab.

Read On 3 komentar

Berhati-hati ketika membujang

Saturday, May 02, 2009

Anda sudah mengetahui keutamaan menikah, kecintaan Islam terhadap orang yang menikah, dan tuntunan Islam agar umatnya menikah melalui sabda dan perilaku Nabi SAW serta atsar para sahabat.

Adalah kewajiban kami menyampaikan kepada anda bahaya membujang bagi umat, selanjutnya anda bebas memilih dan menentukan sikap yang jelas antara urusan anda dan urusan agama.

Islam sangat mencela pilihan hidup membujang dan memberikan alas an-alasan sanggahan yang nyata dan telak atas orang-orang yang mengajak kepada gaya hidup kependetaan. Islam mengaskan bahwa tidak ada sikap hidup kependetaan dalam Islam, dan menjelaskan bahwa orang-orang yang enggan menikah seperti yang disyariatkan Allah SWT akan menggoyahkan eksistensi umat dan melemahkan kekuatannya. Orang yang enggan menikah juga akan mengalami kelainan psikologis yang kronis. Sudah dapat dipastikan, jika sikap enggan menikah melanda suatu umat maka banyak diantara kaum muda dari umat tersebut, baik pria maupun wanita yang terjerumus ke dalam kehidupan yang abnormal, bebas, menyimpang, dan merusak. Sebab, jika jiwa manusia tidak ditopang dengan ketakwaan dan muraqqabah kepada Allah SWT maka dia akan terperosok ke dalam kenikmatan syahwat dan terlena oleh tipu daya dan kehinaan, demi memuaskan nafsu birahinya dengan melakukan perzinaan dan prostitusi haram. Jika zina sudah menyebar di tengah suatu umat maka berarti umat tersebut telah diliputi oleh kehancuran dan kebinasaan.

Tidak disangsikan bahwa kehidupan pemuda lajang dipenuhi oleh sikap tidak acuh terhadap nilai-nilai luhur, dan jauh jika dibandingkan dengan orang yang menikah. Hal itu disebabkan karena dosa dan kejahatan yang mendorongnya memuaskan nafsu syahwatnya yang terabaikan dan perasaanya yang terpasung lebih dekat kepada dirinya dibanding orang yang menikah. Sikap istiqomah jarang ada pada pemuda yang masih lajang, berbeda halnya dengan orang yang sudah menikah.

Rasulullah SAW menyinggung kecendrungan hidup membujang ini pada sebagian sahabat. Beliau menyatakan bahwa sikap itu merupakan satu penyimpangan dari prinsip Islam, kecenderungan yang tidak bias diterima sekaligus sebagai bentuk penolakan terhadap petunjuk Nabi SAW. Oleh karena itu, beliau menjauhkan pemikiran-pemikiran semacam ini dari lingkungan Islam.

Dari Abu Qilabah disebutkan, beberapa orang dari kalangan sahabat ingin menolak dunia, menjauhi wanita, dan menempuh sikap hidup kependetaan. Maka rasulullah SAW mengomentari seraya berkata, “Kaum sebelum kalian hancur karena tasydid (meninggalkan urusan duniawi). Mereka bertasydid terhadap diri mereka maka Allah SWT akan bertasydid atas mereka. Sisa-sisa mereka ada di beberapa biara dan tempat pertapaan. Oleh karena itu sembahlah Allah dan jangan sekali-kali menyekutukan-Nya, kerjakanlah haji dan umrah, serta bersikaplah lurus, maka dia akan bersikap lurus kepada kalian”. (HR.Aburazzaq, Ibnu Hajar, dan Ibnu Mudzir).

Peradaban barat telah menjejali kita dengan semacam kebebasan. Mereka menyebutnya sebagai kebebsan individu, yang memberikan peluang kepada setiap orang untuk tetap membujang meskipun mempunyai kemampuan ekonomi. Hal itu dikarenakan tuntutan-tuntutan kebutuhan seksual yang bersifat pribadi telah tercukupi. Bentuk penyimpangan seksual ini dilakukan oleh sebagian anak muda sebagai upaya memperkaya dan menghindari diri dari beban pernikahan. Sesungguhnya kehidupan membujang dalam waktu lama merupakan pemicu keresahan, ketidaknyamanan, dan hilangnya kepercayaan diri.

Cukup banyak kita menyaksikan orang yang menunda-nunda pernikahan sampai waktu yang cukup lama, tiba-tiba tanpa disadari mereka sudah mencapai usia telat nikah.

Pernikahan merupakan suatu hal penting bagi kaum laki-laki. Bila tidak, mengapa orang-orang yang bercerai ingin menikah lagi?

Wahai generasi muda Islam, demikian itulan pandangan Islam terhadap pernikahan dan pembujangan. Maha Suci Allah lagi Maha Mengetahui apa yang terbaik dan bermanfaat bagi mahluk-Nya.

Oleh karena itu, bersegeralah menikah sesuai dengan kemampuan. Jauhilah hidup membujang, niscaya anda mendapatkan kebaikan, rezeki, dan pahala yang berlimpah.

Read On 0 komentar

10 ALASAN WANITA ENGGAN BERJILBAB & BERCADAR

Monday, April 06, 2009
  1. Jilbab tidak menarik. Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.
  2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab. Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.
  3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain. Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami. Atau (kedua) karena dia Cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.
  4. Karena merasa gerah dan panas. Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat. Syetan telah telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi mengantarkannya kepada panas api neraka.
  5. Takut tidak istiqamah. Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik ‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’. Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.
  6. Takut tidak laku kawin, jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan jilbab. Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya tidak sebenarnya. Justru berakibat buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya perkawinan adalah nikmat dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang audah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng. Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.
  7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya. Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat, bukan dengan mengobralnya.
  8. Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah. Jika Allah memberi hidayah, pasti kami akan mengenakannya. Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.
  9. Belum waktunya. Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat waktunya, misalnya karena masih anak-anak atau masih remaja. Ada yang akan mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji. Jawabnya adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu tidak mengenal usia, tua maupun muda.
  10. Tidak mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu. Jawabannya, bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena dibuat-buat untuk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang senantiasa menaati perintah Allah dan golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan yang melanggar perintah Allah.
Disarikan dari pendapat DR. Huwaida Ismail (Wamaa Yamna’uka minal Hijaab?)
Read On 23 komentar

Pandangan Islam terhadap valentine’s day

Saturday, February 07, 2009

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang (benar) dengan yang bathil (salah), dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu padahal kamu mengetahui” (QS.Al-Baqarah:42).

Setiap tahun pada tanggal 14 februari, rasanya sudah tidak asing lagi terutama ditelinga anak-anak, remaja, mahasiswa dan bahkan orang dewasa atau orang tua sekalipun, untuk diperingati debagi hari kasih saying (Valentine’s day). Ketenaran hari tersebut menjadi semakin popular karena didukung oleh media masa, yaitu media cetak dan televise sekarang ini bahkan menyiarkan dan mempublikasikan secara glamour dan berlebihan, sehingga ketenaran dan kepopulerannya sampai menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai dengan orang tua sekalipun, dari yang miskin sampai dengan yang kaya. Para remaja, mahasiswa muslimpun tidak ketinggalan ikut memperingati dan merayakan dengan saling mengirimkan kartu ucapan kepada kawan, handai taulan, kerabat dekat atau orang yang terkasih (disayangi). Pertanyaan akhirnya muncul dibenak kita, apakah di dunia ini sudah tidak ada lagi kasih saying khususnya bagi setiap insane muslim, sehingga perlu menyediakan waktu khusus (satu hari) untuk merayakan?. Bolehkah kira-kira bagi seorang muslim atau muslimah merayakan atau memperingatinya?. Bagi orang yang berakal atau berfikiran waras, tentunya jawabannya pasti tidak, karena setiap waktu dan saat kita sebenarnya sudah sudah mendapatkan kasih saying dari orang tua, guru, lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal kita. Bahkan, bila seorang anak yang lalai dalam sholatnya, kemudian ditegur oleh orang tuanya, atau seorang siswa yang lalai dalam mengerjakan tugas, kemudia ditegur oleh gurunya, itu semua menunjukkan bentuk perhatian atas kasih sayang kepada anak atau siswa. Sehingga bila ada satu hari setiap tahun pada tanggal 14 Februari kemudian dirayakan sebagai hari kasih sayang, maka hal tersebut berarti menafikan kasih sayang yang lain termasuk kasih sayang orang tua kepada anak, kasih sayang guru terhadap anak didiknya, dan sebagainya. Demikian juga, setiap suatu tindakan apalagi yang terkait dengan suatu ritual tertentu mesti harus didukung dengan ilmu, kalu tidak amal perbuatan atau ibadah itu tidak ada nilainya dihadapan Allah SWT (QS.Al-Isra’:36).

Sejarah Valentine

Ada beberapa pendapat yang mengemukakan terjadinya hari valentine (kasih sayang), yaitu menurut Webster New Twentieth Century Dictionery (halaman 1679) bahwa tanggal 14 Februari diperingati dalam suatu perayaan untuk menghormati Santo Valentine dan sebagai hari pengiriman tanda cinta atau kasih sayang. Demikian juga menurut the Encyclopedia Americana, XIII, ‘Greeting Card’ (halaman 464) disebutkan bahwa hari valentine ini merupakan bentuk peringatan yang diyakini berasal dari dihukum matinya seorang Martir Kristen yang bernama Santo Valentine pada tahun 270 M. sehingga dari kedua pendapat tersebut jelas-jelas hari valentine diperingati untuk menghormati seorang Martir yan terang-terangan membawa misi Kristen bernama Santo Valentine yang dianggap sebagai pelindung bagi orang-orang yang bercinta. Dia dihukum mati karena melanggar undang-undang yang dibuat Emperior Claudius II Gothicus. Adapun pelaksanaan hukuman matinya ada dua pendapat yang berbeda, yaitu yang pertama, Santo Valentine dipenggal kepalanya dan dimakamkan di jalan Flamina di Roma tahun 270 M, yang kedua, Santo Valentine dipenggal kepalanya dan dimakamkan di jalan Flamenia di Kota Terni, berjarak kira-kira 60 KM dari Roma. Menurut para ahli sejarah bahwa jalan Flamenia adalah suatu jalan kuno yang membentang dari Roma hingga Cisalpine Gaul.

Ada pendapat lain yang menyatakan, bahwa Valentine day berasal dari suatu peristiwa upacara keAgamaan Romawi yang menyembah dewa Lupercuss (dewa kesuburan) dan dewa Faunus (dewa alam semesta dan pemberi wahyu). Upacara ini dilakukan di satu bukit yang bernama Paltine, setiap tanggal 15 Februari. Upacara diawali dengan pengorbanan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Kemudian dua orang Lupprci dibawa kesebuah altar, sebuah pisau tajam dipersiapkan, kemudian disentuhkan dikening mereka, sehingga kening mereka berdarah. Para pemuda yang menonton dan dating dalam upacara tersebut diharuskan tertawa dan berlari dalam dua kelompok  mengelilingi bukit sambil membawa cambuk dari kulit kambing, dipimpin oleh dua orang Lupperci tersebut. Mereka mencambuki setiap wanita yang dijumpainya, dengan persepsi untuk mengembalikan kesuburannya. Para gadis segera menaruh “pesan cinta” (dalam bentuk tulisan) dalam sebuah jambangan, yang akan diambil oleh para pemuda tersebut. Ketika mereka sudah mendapat pasangannya sendiri-sendiri, maka mereka melakukan dansa yang diakhiri dengan tidur bersama, atau melakukan perbuatan mesum (perzinaan) sepuasnya sampai pagi.

Sehingga dengan dasar beberapa pendapat tersebut, maka dalam bulan Februari 494 M dewan gereja yang dipimpin oleh Paus Gelasius I mengubah upacara Luppercalia tersebut dengan  purifikasi (pembersihan dari dosa) dan mengubah pelaksanaannya menjadi tanggal 14 Februari, dan mulai 496 M ditetapkan sebagai hari Valentine untuk menghormati Santo valentine. Inilah yang oleh para ahli sejarah hari valentine diterka sebagi warisan upacara sex di jaman Romawi kuno yang disebut dengan festifal Lupercalia, yang dalam pelaksanaannya tidak pernah lepas dari unsure hura-hura, atau yang berbau cumbu rayu antara manusia lain jenis (laki dan perempuan) yang bukan muhrim.

Sikap muslim

Setelah memahami sejarah yang demikian itu, sangat jelas dan gambling sekali sebenarnya bahwa upacara valentine day dengan segala perangkatnya adalah sangat bertentangan dengan nilai-nilai syariat islam, dan bagi orang muslim atau muslimah jika mereka mengikitu adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang yang bukan dari kalangan islam, maka sebenarnya mereka bukan termasuk sebagai orang islam, tapi termasuk dari golongan mereka (orang kafir dan musryik). Inilah yang dikatakan sebagai “tasabuh” (menyerupai). Sebagaimana sabda Rasullullah SAW: “Barangsiapa yang mengikuti suatu golongan tertentu, maka ia termasuk golongan tersebut”, dan dalam konteks ini bila seorang muslim atau muslimah merayakan hari valentine walau sekecil apapun sebenarnya dia sudah termasuk orang kafir atau musryik yang divonis oleh Allah SWT akan masuk ke dalam Neraka Jahannam, sebagai firman Allah dalam QS.Al-Bayyinah:6 sebagai berikut: “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni dari kalangan ahli kitab (yahudi dan nasrani) dan orang-orang musryik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, mereka itulah seburuk-buruknya mahluk”. Allah SWT juga sebenarnya telah berpesan dalam QS.Ali Imran:196: “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir di dalam negeri”. Dari dua ayat tersebut, makan bagi seorang muslim atau muslimah dia harus memiliki sikap yang tegas dan memegang prinsip untuk tidak terbawa oleh arus yang berjalan atau berkembang di tengah-tengah mansyarakat, biarpun orang lain mengatakan kita ‘fanatik’ atau ‘fundamen’, silahkan, yang penting kita dapat aman atau terhindar dari siksa neraka. Seorang muslim seharusnya takut terhadap siksa neraka dan amal perbuatannya menjadi hangus disebabkan karena lebih mengikuti langkah syetan atau perbuatan yang berbau kekafiran, sebagaimana QS.Al-Maidah:5: “Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak mau mengikuti nilai ajaran Islam), maka hapuslah segala amal (kebaikan)-nya dan ia termasuk orang yang merugi”. Demikian juga Allah dengan tegas mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk memutuskan perkara diantara manusia menurut apa yang diturunkan oleh Allah dan untuk tidak mengikuti hawa nafsu mereka (QS.Al-Maidah:49). Disamping itu Rasulullah SAW pernah berwasiat kepad para sahabatnya: “Akan datang suatu masa ketika kalian mengikuti cara hidup dan istiadat-istiadat orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga kalau dia masuk ke lubang biawakpun kamu akan mengikutinya”. Kemudia para sahabat bertanya: “Umat yahudi dan nasrani-kah itu, ya Rasulullah SAW?” maka jawab Rasulullah SAW : “siapa lagi kalau bukan dari mereka!” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan dasar Al-Qur’an dan Hadist yang sahih seperti itu, masikah kita umat Islam tidak mau percaya dengan Allah SWT dan Rasul-Nya? Mestinya kalau kita menjadi muslim yang sejati kita harus sam’an wa-tha’atan (mendengar dan ta’at sepenuhnya) terhadap apa yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya (QS.An-Nuur:51), dan memasuki Islam secara totalitas atau ‘kaffah’ (tidak parsial) (QS.Al-Baqarah:208), dan mestinya seorang muslim tidak ada keraguan dalam menerima ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya (QS.Al-Hujarat:15). Firman Allah SWT yang sudah jelas dan gambling: “Kebenaran itu berasal dari Rabb-mu, oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu-ragu” (QS.Al-Baqarah:147). Maukah kita sebagi muslim dikatakan sebagai orang kafir atau orang munafik? Jawabannya pasti kita tidak mau dikatakan sebagai orang kafir atau munafiq, karena kedua golongan itu pasti celaka di akhirat kelak.

Apakah kita termasuk orang yang suka merayakan hari Valentine???

Read On 3 komentar

Identifikasi wajah berdasarkan ciri dan database menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation

Thursday, February 05, 2009
Blog Diagram Proses Identifikasi Wajah


Batasan Masalah:
Ekspresi wajah normal.
Wajah yang akan dideteksi adalah wajah yang menghadap ke depan dalam posisi tegak, dan tidak terhalangi oleh objek lain.
Gambar difokuskan pada wajah.
Hanya terdapat 1 wajah pada gambar.
Background foto tidak menyerupai warna kulit.
Wajah tidak memakai accesoris.
Citra diperoleh dari capture kamera yang terhubung dengan komputer.


Deteksi Wajah:

- Menggunakan model YCrCb untuk warna kulit
- Menemukan suatu jarak antara kulit dan latar belakang yang menggunakan Thresholding
- Integral projection adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari daerah atau lokasi dari
objek. Metode ini dapat diguanakan untuk mendeteksi batas dari daerah gambar yang 
berbedasehingga kita bisa mencari daerah lokasi wajah dan fitur-fiturnya.

Ekstraksi ciri lokasi dan bentuk:
- Menemukan posisi alis mata dan mata yang menggunakan thresholding
- Menemukan posisi lebar mulut dan mulut yang menggunakan deteksi tepi
- Memasukan nilai – nilai histogram dari fitur

Read On 4 komentar

About

My Photo
Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Followers


Recents Post

Recents Comments